
Definisi motivasi
pada dasarnya adalah “alasan” untuk
bertindak. Intensitas, arah, dan ketekunan akan ditentukan oleh alasan yang
dimiliki. Disini bisa kita lihat bahwa tindakan dan motivasi itu adalah saling
terkait. Anda hanya akan bertindak jika memiliki motivasi yang cukup. Jadi
jelas, jika orang mengatakan dia tidak butuh motivasi, tetapi dia butuh
tindakan, artinya dia tidak memahami arti dan teori motivasi. Jika dia butuh
tindakan, artinya dia harus memiliki motivasi yang kuat.
Lalu, bagaimana jika seseorang yang sudah memiliki
motivasi tetapi masih tidak bertindak?
Motivasi mirip energi yang bisa menggerakan
sesuatu. Jika beban dan hambatan menggerakan beban itu lebih besar dibandingkan
dengan energi, maka benda tersebut tidak akan bergerak. Begitu juga dengan
motivasi pada diri kita, jika beban dan hambatan bertindak lebih besar
dibandingkan dengan motivasi kita, maka kita tidak akan pernah bergerak.
Apa yang menjadi hambatan kita bertindak? Ada dua
hambatan paling kuat, yaitu ketakutan dan kemalasan. Jika Anda ingin bertindak
menuju sukses, Anda harus memiliki motivasi yang mengalahkan ketakutan dan
kemalasan Anda. Setiap orang memiliki ketakutan dan cendrung malas, tetapi
karena motivasi mereka yang kuat, dia bisa bertindak.
A. Teori
Motivasi Maslow (Teori Kebutuhan)
Abraham H. Maslow mengemukan pendapat bahwa manusia
mempunyai lima tingkat atau hierarki kebutuhan yaitu meliputi :
- Kebutuhan fisiologikal (physiological needs) – contohnya rasa lapar, haus dan istitahat
- Kebutuhan rasa aman (safety needs) – Meliputi keamanan fisik, mental, psikologikal dan intelektual
- Kebutuhan akan kasih sayang (love needs) – Menginginkan kasih sayang keluarga
- Kebutuhan akan harga diri (esteem needs) – Menggambarkan status sosial seseorang
- Aktualisasi diri (self actualization) – Memiliki kesempatan bagi seseorang, untuk dapat mengembangkan potensi yang terdapat dalam dirinya untuk mengubahnya menjadi kemampuan nyata.
Maslow memisahkan
kebutuhan tersebut ke dalam urutan-urutan yang lebih tinggi dan lebih rendah.
-Kebutuhan tingkat bawah
Kebutuhan yang terpenuhi secara eksternal
meliputi kebutuhanfisiologis dan keamanan-
-Kebutuhan tingkat atas
Kebutuhan yang terpenuhi secara internal
meliputi kebutuhansosial, pengharagaan dan aktualisasi diriaan
Perbedaan antara kedua tingkatan tersebut didasarkan pada
dasar pemikiran bahwa kebutuhan tingkat atas dipenuhi secara
internal, sementarakebutuhan tingkat rendah secara dominan dipenuhi secara
eksternal.
B.
Teori Motivasi Herzberg (Teori Dua Faktor)
Herzberg memberikan kontribusi penting terhadap
pemahaman mengenai motivasi yang dengan Model Dua Faktor dari motivasi, yaitu :
- Faktor motivasional – antara lain ialah pekerjaan seseorang, keberhasilan yang diraih, kesempatan bertumbuh, kemajuan dalam karier dan pengakuan orang lain.
- Faktor hygiene atau pemeliharaan - meliputi status seseorang pada sebuah organisasi, seperti hubungan seorang individu dengan atasannya dan atau rekan-rekan sekerjanya. Kebijakan organisasi, sistem administrasi dalam organisasi, kondisi kerja dan sistem imbalan yang berlaku.
C.
Teori X dan Y
Teori X merupakan anggapan bahwa karyawan tidak suka bekerja, malas,tidak
menyukai tanggung jawab, dan harus dipaksa untuk menghasilkankinerja.
Teori Y menyatakan anggapan bahwa karyawan suka bekerja, kreatif,mencari
tanggung jawab, dan dapat berlatih mengendalikan diri.
Menurut Teori X terdapat empat asumsi yang dimiliki oleh
manajer adalah:
1.
Karyawan pada dasarnya tidak menyukai pekerjaan dam, sebisamungkin,
berusaha untuk menghindarinya
2.
Karena karyawan tidak menyukai pekerjaan, mereka harus
dipaksa,dikendalikan, atau diancam dengan hukuman untuk mencapai tujuan-tujuan
3.Karyawan akan
menghindari tanggung jawab dan mencari perintahformal bila mungkin
4.Sebagian karyawan
menempatkan kemanan di atas semua faktor lainterkait pekerjaan dan menunjukkan
sedikit ambisi.
Bertentangan dengan pandangan-pandangan negatif mrngenai sifat-sifatmanusia
dalam teori X, Mc Gregor menyebutkan empat asumsi positif yang disebutnya
sebagai teori Y:
1.Karyawan menganggap
kerja sebagai hal yang menyenangkan, sepertihalnya istirahat atau bermain
2.Karyawan akan
berlatih mengendalikan diri dan emosi untuk mencapai berbagai tujuan
3.Karyawan bersedia
belajar untuk menerima, bahkan mencari, tanggung jawab
4.Karyawan mampu membuat
berbagai keputusan inovatif yangdiedarkan ke seluruh populasi, dan bukan hanya
bagi mereka yangmenduduki posisi manajemen.
D.
Teori Kebutuhan McClelland
Teori McClelland menyatakan bahwa pencapaian, kekuatan, dan hubungan adalah tiga kebutuhan penting yang membantu
menjelaskan motivai.
Teori ini terfokus pada tiga kebutuhan yang didefinisikan sebagai berikut:
1.Kebutuhan pencapaian
: dorongan untuk melebihi, mencapai
standar-standar, berusaha keras untuk berhasil
2.Kebutuhan kekuatan:
kebutuhan untuk membuat individu lain berperilakusedemikian rupa sehingga
mereka tidak akan berperilaku sebaliknya
3.Kebutuhan hubungan:
keinginan untuk menjalin suatu hubungan antarpersonal yang ramah dan akrab
E. Teori Evaluasi Kognitif
Teori yang menyatakan bahwa pemberian
penghargaan-penghargaan ekstrinsik (uang, status, atau tunjangan lainnya)
untuk perilaku yang sebelumnya memuaskan secara intrinsik cenderung mengurangi
tingkat motivasi secara keseluruhan.
Penghargaan-penghargaan ekstrinsik verbal
(menerima pujian dari seorang pengawas atau rekan kerja) atau nyata (uang)
bisa benar-benar memiliki pengaruhyang berbeda terhadap motivasi intrinsik para
individu.
Perkembangan teori evaluasi kognitif
baru-baru ini adalah indeks diri, yangmempertimbangkan tingkat sampai mana alasan-alasan
seseorang untuk mengejar suatu tujuan konsisten dengan minat dan
nilai-nilai inti mereka.
Penelitian PO mengemukakan bahwa individu
yang mengejar tujuan-tujuan kerjauntuk alasan-alasan intrinsik merasa lebih
puas dengan pekerjaan-pekerjaan mereka, merasa seolah-olah mereka benar-benar
cocok dengan organisasi mereka,dan mungkin bekerja dengan lebih baik.
F. Teori Penentuan Tujuan
Teori penentuan tujuan mengungkapkan bahwa tujuan-tujuan yang spesifik
dansulit, dengan umpan balik, menghasilkan kinerja yang lebih tinggi.
Umumnya individu-individu lebih termotivasi oleh tujuan-tujuan yang
sulit.Mengapa?
1.Tujuan-tujuan sulit
mengarahkan perhatian kita pada tugas yang sudah adadan menjauh dari
gangguang-gangguan yang tidak relevan
2.Tujuan-tujuan sulit
menambah semangat karena kita harus lebih bekerjakeras untuk mencapainya
3. Ketika
tujuan-tujuan sulit, individu tetap berusaha untuk mencapainya
Pada akhirnya tujuan-tujuan sulit membuat kita menemukan strategi-strategi
yangmembantu kita melakukan pekerjaan atau tugas dengan lebih efektif.
G.
Teori Efektivitas Diri
Efektivitas diri yang juga dikenal sebagai “teori kognitif sosial” atau
“teori pembelajaran sosial” merujuk pada keyakinan individu bahwa ia
mampumengerjakan suatu tugas.
Semakin tinggi efektivitas diri anda, semakin tinggi rasa percaya diri yang
andamiliki dalam kemampuan Anda untuk berhasil dalam suatu tugas.
Albert Bandura memperlihatkan bahwa ada empat cara untuk
meningkatkanefektivitas diri:
1.Penguasaan yang
tetap merupakan perolehan pengalaman yang relevandengan tugas atau pekerjaan.
2.Contoh yang
dilakukan oleh individu lain, kita akan menjadi lebih percayadiri karena anda
melihat individu lain melakukan tugas tersebut
3.Bujukan
verbal,menjadi lebih percaya diri karena seseorang menyakinkananda bahwa anda
mempunyai ketrampilan yang dibutuhkan untuk berhasil
4.Kemunculan,memicu
keadaan bersemangat yang mendorong seseoranguntuk menyelesaikan tugas. Tetapi
ketika tidak relevan kemunculan akanmerugikan kinerja
H. Teori Penguatan
Dalam teori penguatan, kita memiliki sebuah pendekatan perilaku
yangmenunjukkan bahawa penguatan memengaruhi perilaku. Teori ini
mengabaikankeadaan batin individu dan hanya terpusat pada apa yang terjadi pada
sesorangketika ia melakukan tindakan. Karena tidak berhubungan dengan apa yang
melatar belakangi perilaku, hal ini bukanlah teori motivasi. Namun
hal ini memberikancara untuk menganalisis mengenai apa yang mengendalikan
perilaku, dan karenaalasan inilah hal ini dipertimbangkan dalam diskusi-diskusi
motivasi.
I. Teori Keadilan
Teori yang menjelaskan bahwa individu membandingkan masukan-masukan dan
hasil pekerjaan mereka dengan masukan-masukan dan hasil pekerjaan orang
lain, dan kemudian merespons untuk menghilangkan ketidak adilan.
Berikut adalah rujukan yang menambah kerumitan teori keadilan
yang bisa digunakan oleh seorang karyawan:
1.Diri-di
dalamPengalaman-pengalaman seorang karyawan dalam posisi yang berbeda di
dalam organisasi karyawan tersebut pada hari ini.
2.Diri-di
luar Pengalaman-pengalaman seorang karyawan dalam posisi atausituasi di
luar organisasi karyawan tersebut pada saat ini.
3.Individu lain-di
dalamIndividu atau kelompok indivividu lain di dalam organisasikaryawan
tersebut.
4.Individu lain-di
luar Individu atau kelompok individu lain di luar organisasi
karyawantersebut.
Teori kuadailan menentukan pernyataan konsep yang berhubungan dengan imbalan
kerja yang tidak adil sebagai berikut:
A. Dengan imbalan kerja
yang ada pada saat itu, karyawan-karyawan yangdibayar terlalu tinggi akan
bekerja lebih banyak daripada karyawan-karyawan yang dibayar dengan adil.
B. Dengan imbalan kerja
menurut kuantitas produksi, karyawan-karyawanyang dibayar terlalu tinggi akan
memproduksi unit-unit yang lebih sedikittetapi dengan kualitas yang lebih
tinggi bila dibandingkan dengankaryawan-karyawan yang dibayar dengan adil.
C. Dengan imbalan kerja
pada saat itu, karyawan-karyawan yang dibayar terlalu rendah menghasilkan
kualitas hasil yang lebih buruk.
D. Dengan imbalan kerja
menurut kuantitas produksi, karyawan-karyawanyang dibayar terlalu rendah akan
menghasilkan banyak unit berkualitasrendah bila dibandingkan karyawan-karyawan
yang dibayar dengan adil.
Menurut sejarah, teori keadilan berfokus pada keadilan distributif,
yaitukeadilantentang jumlah dan pemberian penghargaan diantara
individu-individu.Tetapi semakin lama, keadilan dipikirkan dari sudut keadilan
organisasional, yangdidefinisikan sebagai persepsi keseluruhan dari apa yang
adil di tempat kerja.Kemudian tambahan yang penting dalam keadilan
organisasional adalah keadilan prosedural, yaitu keadilan yang dirasa dari
proses yang digunakan untuk menentukan distribusi penghargaan. Den
tambahan yang lainnya lagi adalahkeadilan interaksional, yaitu persepsi
individu tentang tingkat sampai mana iadiperlakukan dengan martabat, perhatian,
dan rasa hormat.
J.
Teori Harapan
Teori yang berasal dari Victor Vroom ini menyatakan bahwa kekuatan
darisuatu kecenderungan untuk bertindak dalam cara tertentu bergantung
padakekuatan dari suatu harapan bahwa tindakan tersebut akan diikuti dengan
hasilyang ada pada daya tarik dari hasil itu terhadap individu tersebut.
Teori ini berfokus pada tiga hubungan:
usaha individual - kinerja individual - pengasilan organisional - tujuan - tujuan pribadi
1.Hubungan
usaha-kinerja
Kemungkinan yang dirasakan oleh individu yang mengeluarkansejumlah usaha
akan menghasilkan kinerja.
2.Hubungan
kinerja-penghargaan
Tingkat sampai mana individu tersebut yakin bahwa bekerja padatingkat
tertentu akan menghasilkan pencapaian yang diinginkan.
3.Hubungan
penghargaan-tujuan-tujuan pribadi
Tingkat sampai mana penghargaan-penghargaan organisasionalmemuaskan
tujuan-tujuan pribadi atau kebutuhan-kebutuhanseorang individu dan daya tarik
dari oenghargaan-penghargaan potensial bagi individu tersebut.
sumber:

No comments:
Post a Comment